Tampilkan postingan dengan label Islam-Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam-Kristen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juli 2013

Setelah Presiden Mursi Digulingkan, Blokade Palestina Semakin Parah


Gaza (SI Online) - Militer Mesir pada Rabu malam lalu menggulingkan presiden yang pertama dipilih secara demokratis di Mesir. Sehari setelah pemerintahan Muhammad Mursi dilengserkan, Militer Mesir kembali menambah jumlah personel yang berjaga-jaga sepanjang perbatasan antara Gaza dan Mesir.

Abdillah Onim, relawan Indonesia di Gaza mengatakan selain personilnya, militer Mesir juga menambah jumlah tank di perbatasan.

"Militer Mesir tidak hanya menambah personilnya akan tetapi menambah jumlah tank mereka sepanjang perbatasan yang berjarak 14 km," ujar Onim melalui pesannya yang diterima Suara Islam Online, Kamis (4/7/2013).

Selain itu, menurut Onim, diwaktu yang bersamaan militer Mesir juga menutup rapat terowongan yang mana selama ini warga Gaza mendapatkan bahan makan melalui terowongan tersebut.

Onim menambahkan, bahwa pengganti sementara presiden Mursi kembali memberlakukan aturan bahwa petinggi Hamas dilarang keras untuk keluar dari Gaza atau bepergian dengan melewati Mesir.

"Sepertinya babak baru untuk melanjutkan blokade yang masih berlangsung di Gaza, krisis kemanusiaan serta krisis BBM kian memperburuk kondisi Gaza," jelasnya.

Onim mengajak kaum muslimin diamanapun berada untuk mendoakan saudara-saudara kita disana agar Allah beri pertolongan. "Allah musta'an ya Gaza. Mari doakan rakyat Mesir, doakan rakyat Suriah dan rakyat Palestina," himbau Onim.

SBY Menghina, FPI Beberkan Bukti Nyata Aksi Sosial di Masyarakat



SOLO (voa-islam.com) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkesan menghina Front Pembela Islam (FPI) dengan mengatakan bahwa FPI tidak pernah melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPW FPI Solo Raya, ustadz Khoirul RS kepada voa-islam.com pada Selasa (23/7/2013) pagi. Sebagai pihak yang sering terjun langsung ke lapangan, menurut Khoirul, apa yang dilakukan FPI selama ini dirasa sangat membantu masyarakat.
“SBY mengatakan agar FPI melakukan hal-hal yang berguna bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia. Menjawab penghinaan itu, FPI mengatakan apa yang telah di lakukan FPI sangat berguna dan telah dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” jelasnya.
...SBY mengatakan agar FPI melakukan hal-hal yang berguna bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia. Menjawab penghinaan itu, FPI mengatakan apa yang telah di lakukan FPI sangat berguna dan telah dirasakan oleh masyarakat Indonesia...
Pengurus DPD FPI Jawa Tengah ini kemudian membeberkan sejumlah bukti nyata dari aksi sosial yang telah dilakukan FPI selama ini. Berikut ini beberapa catatan, bagaimana FPI sebagai lembaga Amar Ma’ruf Nahi Mungkar sering ikut andil dalam aksi yang bersifat nasional, diantaranya :
  1. Saat warga Aceh dan Sumatra diguncang gempa bumi dan Tsunami tanggal 26 Desember 2004, yang mengevakuasi hampir 100 RIBU MAYAT korban Tsunami adalah FPI, bukan SBY
  2. Saat masyarakat resah dengan besarnya sejumlah tindak kejahatan yang diakibatkan dan dipicu oleh Miras, yang menuntut pembatalan Keppres MIRAS adalah FPI, bukan SBY
  3. Yang menggagalkan konser LADY GAGA yang penuh dengan nuansa kemaksiatan didalamnya adalah FPI, bukan SBY
  4. Yang menggagalkan KONTES WARIA di berbagai daerah seperti Yogyakarta dan Surabaya adalah FPI dan bukan SBY
  5. Yang tetap konsisten menuntut pembubaran aliran sesat AHMADIYAH di Indonesia adalah FPI, bukan SBY
  6. Yang berda'wah mengislamkan kembali lebih dari 1.000 jema’at alirasn sesat AHMADIYAH adalah FPI, bukan SBY
  7. Yang meredam kerusuhan Mbah Priok adalah FPI, bukan SBY atau Satpol PP
  8. Yang membubarkan berbagai pertemuan PKI disejumlah daerah di Indonesia adalah FPI, bukan SBY
  9. Yang gencar mengganyang pemikiran liberal dari tokoh-tokoh liberal di Indonesia, dan untuk menyelamatkan aqidah umat Islam bahaya pemikiran liberal tersebut adalah FPI, bukan SBY
  10. Disaat umat Islam rindu diatur dengan syari’ah Islam untuk kemaslahatan dan keadilan seluruh masyarakat, yang berjuang untuk menuju NKRI BERSYARIAH adalah FPI, bukan SBY
...Sebarkan!! Biar kaum muslimin tau apa yang sudah dilakukan FPI. Jangan mau di bodohi oleh penguasa dzolim dan sejumlah fitnah yang menyesatkan...
Dari itu, FPI menghimbau kepada seluruh jajaran anggotanya dan masyarakat di Jawa Tengah untuk menyebarkan informasi tersebut agar tidak termakan pemberitaan dan propaganda busuk penguasa dzolim di Indonesia.
Selain itu, hal ini juga untuk menepis sejumlah fitnah yang selama ini dialamatkan kepada FPI. Khususnya yang terbaru adalah penganiayaan terhadap laskar FPI yang dilakukan ratusan preman Kristen Kafir di Sukorejo Kendal pada Rabu (17/7/2013) lalu.
“Sebarkan!! Biar kaum muslimin tau apa yang sudah dilakukan FPI. Jangan mau di bodohi oleh penguasa dzolim dan sejumlah fitnah yang menyesatkan,” tegasnya. [Khalid Khalifah]

Hadapi Gempuran Musuh Islam, Mari Dukung & Panjatkan Doa untuk FPI!


JAKARTA (voa-islam.com) - Sekjen Front Pembela Islam (FPI), KH. Ahmad Shabri Lubis meminta kaum muslimin di tanah air panjatkan doa untuk FPI di saat-saat mustajab bulan suci Ramadhan.

Hal itu disampaikan ustadz Shabri menyusul beberapa minggu belakangan FPI terus mengalami gempuran dari musuh-musuh Islam.

“Kami meminta doa dari kaum Muslimin di seluruh tanah air karena saat ini FPI sedang mengalami suatu musibah, yang kebetulan saat sekarang ini adalah pelampiasan dari kelompok liberal, mafia-mafia pelacuran dan mafia miras. Karena kebetulan Kepres soal miras di Indonesia ini telah dicabut berkat judicial revew yang dimenangkan oleh FPI,” ujar KH. Ahmad Shabri Lubis kepada voa-islam.com, Rabu (24/7/2013).

Saat ini menurut ustadz Shabri, mereka mencari celah untuk dijadikan momen dimana musuh-musuh Islam seolah tumpah ruah ingin balas dendam terhadap FPI.
Kami meminta doa dari kaum Muslimin di seluruh tanah air karena saat ini FPI sedang mengalami suatu musibah, yang kebetulan saat sekarang ini adalah pelampiasan dari kelompok liberal, mafia-mafia pelacuran dan mafia miras...

“Inilah tumpah ruah dari dendam mereka dimana mereka selama ini belum punya momen untuk melakukan balas dendam. Sekarang ini mereka lakukan dengan menggunakan seluruh link yang mereka miliki,” ungkapnya.

Untuk itu, dukungan dan doa kaum muslimin di bulan suci Ramadhan sangat diharapkan agar FPI bisa tetap istiqomah dalam memberantas maksiat dan aliran sesat.

“Sudah saatnya umat Islam saling bahu-membahu untuk mendoakan kami, semoga perjuangan untuk memberantas maksiat miras dan juga aliran sesat di Indonesia tetap berjalan,” tutupnya. [Ahmed Widad]

Jumat, 26 Juli 2013

Islam, Modernitas dan Terorisme

sumber       :  http://www.pewglobal.org
Editor         : Kaidir Maha Leuwalang
Mahasiswa : Fakulats Hukum Universitas Kanjuruhan Malang

Di sebagian besar negara-negara Barat, pandangan yang berlaku di kalangan non-Muslim adalah bahwa ada konflik antara menjadi seorang Muslim yang taat dan hidup dalam masyarakat modern. Tapi Muslim pada umumnya tidak setuju - termasuk Muslim yang tinggal di negara-negara besar Eropa.

Pandangan-pandangan yang kontras sangat penting di Jerman dan Spanyol. Sepenuhnya 70% dari masyarakat umum di Jerman mengatakan ada konflik antara menjadi seorang Muslim yang taat dan hidup dalam masyarakat modern, 57% Muslim Jerman tidak melihat konflik tersebut. Di Spanyol, 58% dari masyarakat umum mengatakan bahwa iman yang taat dalam Islam tidak kompatibel dengan kehidupan modern, persentase yang lebih tinggi dari umat Islam Spanyol (71%) tidak setuju.

Di Prancis, bagaimanapun, comparably mayoritas besar masyarakat umum (74%) dan Perancis Muslim (72%) mengatakan tidak ada konflik antara menjadi seorang Muslim yang taat dan hidup dalam masyarakat modern. Ini adalah salah satu dari beberapa indikator menunjukkan belum ada reaksi antara Prancis ke kerusuhan tahun terakhir ini para pemuda Muslim di pinggiran kota Paris dan tempat lain di negara ini.

Dalam nada yang sama, survei Pew Global Attitudes meminta orang-orang di lima negara mayoritas Muslim apakah atau tidak mereka percaya ada perjuangan antara kelompok-kelompok yang ingin memodernisasi negara mereka dan fundamentalis Islam


Tanggapan dicampur. Di Turki, 58% mengatakan ada perjuangan antara modernisasi dan fundamentalis Islam, dan hampir sama banyak orang Indonesia (50%) setuju. Tapi mayoritas yang solid di Yordania dan Mesir tidak melihat perjuangan tersebut; di Pakistan, jumlah yang relatif besar (50%) menolak untuk memberikan pendapat.

Di antara mereka yang percaya ada perjuangan, lebih banyak orang mengidentifikasi dengan modernisasi daripada fundamentalis Islam. Di Turki, misalnya, 39% masyarakat mengidentifikasi dengan modernisasi, hanya 9% mengidentifikasi dengan fundamentalis Islam.

Survei juga meminta orang-orang di negara-negara non-Muslim apakah atau tidak mereka melihat konflik antara menjadi seorang Kristen yang taat dan hidup dalam masyarakat modern. Mayoritas di semua negara - serta mayoritas Muslim di empat negara Eropa - mengatakan mereka tidak melihat konflik. Namun, minoritas yang relatif besar Jerman (37%) melihat konflik antara menjadi seorang Kristen yang taat dan hidup dalam masyarakat modern.

Ekstrimisme Kekhawatiran Islam

Meningkatnya ekstremisme Islam menjadi perhatian bagi orang-orang di negara-negara yang paling Muslim dan non-Muslim. Keprihatinan ini yang paling menonjol di sejumlah negara - termasuk Jerman, India dan Inggris - di mana 50% atau lebih mengatakan mereka sangat prihatin dengan meningkatnya ekstrimisme Islam. Di AS, 46% mengatakan mereka sangat prihatin, sementara yang lain 33% mengatakan mereka agak prihatin atas munculnya global ekstremisme Islam.

Kekhawatiran atas ekstremisme Islam telah cukup stabil sejak tahun lalu di sebagian besar negara yang tren tersedia. Di Rusia, bagaimanapun, telah terjadi penurunan tajam dalam keprihatinan intens selama tahun lalu, saat ini, 38% dari Rusia mengatakan mereka sangat prihatin tentang kebangkitan ekstrimisme Islam di seluruh dunia, turun dari 51% tahun lalu.

Pada umumnya, para publik Muslim yang disurvei juga mengungkapkan keprihatinan yang cukup luas atas ekstremisme Islam. Turki merupakan pengecualian untuk pola ini - hanya 39% dari Turki mengatakan mereka sangat atau agak khawatir tentang hal ini. Mayoritas Muslim di empat negara Eropa Barat juga mengungkapkan setidaknya beberapa kekhawatiran tentang ekstremisme Islam. Namun kekhawatiran yang paling intens di Inggris, di mana 52% dari Muslim di sana mengatakan mereka sangat prihatin tentang penyebaran ekstrimisme Islam.

Di tengah-tengah laut global yang menjadi perhatian, Cina berdiri sebagai sebuah pulau yang relatif tenang. Hanya 3% dari Cina mengatakan mereka sangat prihatin dengan meningkatnya ekstrimisme Islam di seluruh dunia, sementara yang lain 15% mengatakan mereka agak khawatir. Ini adalah jauh tingkat terendah perhatian di antara 21 penduduk mengajukan pertanyaan ini.

Muslim Eropa Lebih Moderat

sumber : http://www.pewglobal.org
Editor         : Kaidir Maha Leuwalang
Mahasiswa  : Fakultas hukum Universitas Kanjuruhan Malang
teks asli dalam bahasa inggris .


Setelah setahun ditandai dengan kerusuhan selama penggambaran kartun Muhammad, serangan teroris besar di London, dan perang berlanjut di Irak dan Afghanistan, sebagian besar Muslim dan Barat yakin bahwa hubungan antara mereka umumnya buruk hari ini. Banyak di Barat melihat Muslim sebagai fanatik, kekerasan, dan seperti kurang toleransi. Sementara itu, umat Islam di Timur Tengah dan Asia umumnya melihat Barat sebagai egois, tidak bermoral dan serakah - serta kekerasan dan fanatik.

Sebuah titik langka kesepakatan antara Barat dan Muslim adalah bahwa kedua percaya bahwa negara-negara Muslim harus lebih ekonomis makmur daripada sekarang. Tapi mereka mengukur masalah cukup berbeda. Publik Muslim memiliki pandangan yang dirugikan dari Barat - mereka jauh lebih mungkin dibandingkan orang Amerika atau Eropa Barat untuk menyalahkan kebijakan Barat karena kurangnya mereka sendiri kesejahteraan. Untuk bagian mereka, publik Barat malah menunjukkan korupsi pemerintah, kurangnya pendidikan dan fundamentalisme Islam sebagai kendala terbesar untuk kesejahteraan Muslim.

Tidak ada yang menyoroti perpecahan antara Muslim dan Barat lebih jelas daripada tanggapan mereka terhadap kehebohan ini melewati musim dingin atas penggambaran kartun Muhammad. Kebanyakan orang di Yordania, Mesir, Indonesia dan Turki menyalahkan kontroversi di negara-negara Barat tidak hormat 'untuk agama Islam. Sebaliknya, mayoritas orang Amerika dan Eropa Barat yang telah mendengar tentang kontroversi mengatakan intoleransi umat Islam untuk sudut pandang yang berbeda lebih untuk menyalahkan.


Jurang antara Muslim dan Barat juga terlihat pada penilaian tentang bagaimana peradaban lain memperlakukan wanita. Publik Barat, dengan margin miring, jangan berpikir umat Islam sebagai "menghormati wanita." Tapi setengah atau lebih dalam empat dari lima publik Muslim yang disurvei mengatakan hal yang sama tentang orang-orang di Barat.

Namun, meskipun sikap kesenjangan mendalam antara masyarakat Barat dan Muslim, terbaru Pew Global Attitudes survei juga menemukan bahwa pandangan masing-masing terhadap yang lain jauh dari seragam negatif. Misalnya, bahkan setelah peristiwa kisruh tahun lalu, mayoritas yang solid di Perancis, Inggris dan Amerika Serikat mempertahankan pendapat yang menguntungkan keseluruhan umat Islam. Namun, pendapat positif Muslim telah menurun tajam di Spanyol selama tahun lalu (dari 46% menjadi 29%), dan lebih sederhana di Inggris (dari 72% menjadi 63%).
Untuk sebagian besar, publik Muslim merasa lebih sakit hati terhadap Barat dan orang-orangnya daripada sebaliknya. Pendapat Muslim tentang Barat dan orang-orangnya telah memburuk selama tahun lalu dan dengan margin besar, Muslim menyalahkan Barat untuk hubungan tegang antara kedua belah pihak. Tapi ada beberapa indikator positif juga, termasuk fakta bahwa di sebagian besar negara-negara Muslim yang disurvei telah terjadi penurunan dukungan bagi terorisme.

Survei oleh Pew Global Attitudes Project dilakukan di 13 negara, termasuk Amerika Serikat, dari 31 Mei-14 Maret 2006. Ini mencakup oversamples khusus minoritas Muslim yang tinggal di Inggris, Prancis, Jerman dan Spanyol. Dalam banyak hal, pandangan Muslim Eropa merupakan jalan tengah antara cara publik Barat dan Muslim di Timur Tengah dan Asia melihat satu sama lain.

Sementara minoritas Muslim Eropa sekitar mungkin sebagai Muslim di tempat lain untuk melihat hubungan antara Barat dan Muslim secara umum buruk, mereka lebih sering mengasosiasikan atribut positif terhadap Barat - termasuk toleransi, kemurahan hati, dan menghormati perempuan. Dan dalam beberapa hal Muslim di Eropa kurang cenderung untuk melihat benturan peradaban daripada beberapa publik umum yang disurvei di Eropa. Khususnya, mereka kurang mungkin dibandingkan non-Muslim di Eropa untuk percaya bahwa ada konflik antara modernitas dan menjadi seorang Muslim yang taat.

Mayoritas yang solid dari publik umum di Jerman dan Spanyol mengatakan bahwa ada konflik alami antara menjadi seorang Muslim yang taat dan hidup dalam masyarakat modern. Tapi kebanyakan umat Islam di kedua negara tersebut tidak setuju. Dan di Perancis, tempat kerusuhan baru-baru ini di daerah sangat Muslim, persentase besar dari kedua masyarakat umum dan populasi minoritas Muslim merasa tidak ada konflik dalam menjadi seorang Muslim yang taat dan hidup dalam masyarakat modern.
Survei menunjukkan baik tanda-tanda harapan dan mengganggu sehubungan dengan dukungan Muslim untuk terorisme dan kelangsungan hidup demokrasi di negara-negara Muslim. Di Yordania, Pakistan dan Indonesia, telah terjadi penurunan yang signifikan dalam persentase mengatakan bom bunuh diri dan bentuk-bentuk kekerasan terhadap sasaran sipil dapat dibenarkan untuk membela Islam melawan musuh-musuhnya. Pergeseran ini telah sangat dramatis di Yordania, mungkin dalam menanggapi serangan yang menghancurkan teroris di Amman tahun lalu, 29% dari serangan bunuh diri Yordania pandangan sesering atau kadang-kadang dibenarkan, turun dari 57% pada Mei 2005.

Keyakinan Osama bin Laden juga telah jatuh di sebagian besar negara Muslim dalam beberapa tahun terakhir. Ini terutama terjadi di Yordania, di mana hanya 24% mengungkapkan setidaknya beberapa kepercayaan bin Laden sekarang, dibandingkan dengan 60% tahun lalu. Sejumlah besar dari Pakistan (38%) terus mengatakan mereka memiliki setidaknya beberapa kepercayaan pemimpin Al Qaeda untuk melakukan hal yang benar tentang urusan dunia, tetapi secara signifikan lebih sedikit melakukannya sekarang daripada bulan Mei 2005 (51%). Namun, umat Islam Nigeria merupakan pengecualian mencolok tren ini, 61% dari Muslim Nigeria mengatakan mereka memiliki setidaknya beberapa kepercayaan bin Laden, naik dari 44% pada tahun 2003.

Keyakinan bahwa terorisme adalah dibenarkan dalam membela Islam, sementara kurang luas daripada di survei sebelumnya, masih memiliki sejumlah besar dari pengikut. Di antara penduduk Muslim Nigeria, misalnya, hampir setengah (46%) merasa bahwa bom bunuh diri bisa sering atau kadang-kadang dibenarkan dalam membela Islam. Bahkan di antara minoritas Muslim Eropa, kira-kira satu-in-tujuh di Perancis, Spanyol, dan Inggris merasa bahwa bom bunuh diri terhadap sasaran sipil dapat setidaknya kadang-kadang dibenarkan untuk membela Islam melawan musuh-musuhnya.
Sentimen anti-Yahudi tetap luar biasa di negara-negara mayoritas Muslim. Ada juga dukungan yang besar untuk Partai Hamas, yang baru-baru ini menang dalam pemilu Palestina. Mayoritas di sebagian besar negara-negara Muslim mengatakan bahwa kemenangan Hamas Partai akan membantu penyelesaian yang adil antara Israel dan Palestina - pandangan yang bulat-bulat ditolak oleh publik Barat (lihat "Amerika Gambar Slips, Tapi Sekutu Berbagi Kekhawatiran AS atas Iran, Hamas, "13 Juni 2006).

Dalam salah satu temuan yang paling mencolok survei, mayoritas di Indonesia, Turki, Mesir, dan Yordania mengatakan bahwa mereka tidak percaya kelompok orang Arab melakukan serangan 11 September 2001 serangan teroris. Persentase Turki menyatakan percaya bahwa orang Arab melakukan serangan 9/11 telah meningkat dari 43% dalam survei Gallup 2002-59% saat ini. Dan sikap ini tidak terbatas pada umat Islam di negara-negara mayoritas Muslim - 56% dari Muslim Inggris mengatakan mereka tidak percaya orang Arab melakukan serangan teror terhadap AS, dibandingkan dengan hanya 17% yang melakukannya.
Tetapi pendapat Muslim pada banyak isu tidak monolitik, dan ada beberapa anomali jelas dalam pandangan Muslim dari Barat dan orang-orangnya. Sementara persentase besar di hampir setiap negara Muslim atribut beberapa sifat-sifat negatif orang Barat - termasuk kekerasan, amoralitas dan egoisme - mayoritas yang solid dalam pendapat menguntungkan Indonesia, Yordania dan Nigeria mengungkapkan Kristen.

Selain itu, ada keyakinan abadi dalam demokrasi di kalangan publik Muslim, yang kontras dengan skeptisisme banyak orang Barat mengungkapkan tentang apakah demokrasi dapat berakar di dunia Muslim. Kemajemukan atau mayoritas di setiap negara Muslim yang disurvei mengatakan bahwa demokrasi tidak hanya bagi Barat dan dapat bekerja di negara mereka. Tapi publik Barat dibagi - mayoritas di Jerman dan Spanyol mengatakan demokrasi adalah cara Barat melakukan hal-hal yang tidak akan bekerja di sebagian besar negara-negara Muslim. Sebagian besar Perancis dan Inggris, dan sekitar setengah dari orang Amerika, mengatakan demokrasi dapat bekerja di negara-negara Muslim.
Secara keseluruhan, Jerman dan Spanyol mengekspresikan pandangan jauh lebih negatif Muslim dan Arab daripada Perancis, Inggris atau Amerika. Hanya 36% di Jerman, dan 29% di Spanyol, mengungkapkan pendapat yang menguntungkan umat Islam, nomor sebanding pada kedua negara memiliki kesan positif Arab (39% dan 33%, masing-masing). Di Perancis, Inggris dan Amerika Serikat, mayoritas yang solid mengatakan mereka memiliki pendapat yang menguntungkan umat Islam, dan sekitar angka yang sama memiliki pandangan positif tentang orang Arab.

Perbedaan ini tercermin juga dalam pendapat tentang sifat-sifat negatif yang terkait dengan umat Islam. Sekitar delapan dari sepuluh Spanyol (83%) dan Jerman (78%) mengatakan mereka mengasosiasikan Muslim dengan menjadi fanatik. Tapi pandangan yang kurang lazim di Perancis (50%), Inggris (48%) dan Amerika Serikat (43%).

Dalam banyak hal, pandangan Muslim Eropa yang berbeda dari orang-orang dari kedua publik dan Muslim di Timur Tengah dan Asia Barat. Muslim paling Eropa mengungkapkan pendapat yang menguntungkan orang Kristen, dan sementara pandangan mereka dari orang-orang Yahudi yang kurang positif dibandingkan publik Barat, mereka jauh lebih positif daripada publik Muslim. Dan di Perancis, sebagian besar Muslim (71%) mengatakan mereka memiliki pendapat yang menguntungkan orang Yahudi.

Selain itu, sementara masyarakat di negara mayoritas Muslim umumnya melihat Barat sebagai kekerasan dan tidak bermoral, pandangan ini hampir tidak umum di kalangan umat Islam di Perancis, Spanyol dan Jerman. Muslim Inggris bagaimanapun, adalah yang paling penting dari empat publik minoritas dipelajari - dan mereka mendekati pandangan umat Islam di seluruh dunia dalam pendapat mereka tentang Barat.

Kedatangan Republik Islam Rusia

sumber  :  http://www.strategypage.com
editor         : Kaidir Maha Leuwalang
Mahasiswa : Fakultas hukum Universitas Kanjuruhan Malang
teks aslinya dalam bahasa inggris.


22 Mei 2006: Pemerintah berusaha untuk mendorong perempuan Rusia untuk memiliki anak lagi, dalam rangka untuk membalikkan penurunan populasi. Kebiasaan buruk (terlalu banyak minuman keras, pola makan yang buruk, tidak cukup berolahraga) telah menyebabkan harapan hidup bagi pria untuk terus menurun selama dua dekade terakhir (ini dimulai sebelum Perang Dingin berakhir). Pada saat yang sama, perempuan, putus asa oleh kondisi ekonomi yang buruk, memiliki anak lebih sedikit. Bonus baru tunai, dan manfaat lainnya, ditawarkan kepada perempuan untuk memiliki lebih banyak anak tidak, tampaknya, bekerja.


Jika kecenderungan ini terus berlanjut, populasi Rusia akan menurun 143,000,000-100,000,000 tahun 2050. Tidak hanya itu, tetapi pada tahun 2050, sebagian besar penduduk mungkin muslim. Saat ini, sekitar 15 persen dari Rusia beragama Islam, dan rata-rata keluarga Muslim memiliki tiga anak atau lebih, sedangkan rata-rata keluarga non-muslim memiliki satu atau dua. Sementara Kristen (terutama Slavia) Rusia telah melihat sejumlah mereka jatuh, penduduk muslim Rusia telah tumbuh lebih dari 40 persen sejak tahun 1989 (dari kelahiran, migrasi dan konversi). Ada juga telah kebangkitan agama, dengan jumlah masjid yang tumbuh dari bawah seribu ketika Uni Soviet runtuh, menjadi lebih dari 8.000 hari ini. Itu berarti pria Muslim banyak minum kurang, dan hidup lebih sehat, dan lebih lama, hidup.


Selain angka kelahiran lebih tinggi, jumlah umat Islam akan meningkat karena migrasi. Sebuah angka kelahiran di kalangan penduduk Slavia akan menciptakan kekurangan tenaga kerja yang sangat besar, dan sumber terdekat tenaga kerja tambahan yang miskin, lebih penduduknya, negara-negara Muslim.


70 tahun kekuasaan komunis sangat merusak dan melemahkan semangat untuk sebagian besar Rusia, seperti itu ke negara-negara lain yang mengalami kurang dari itu di Eropa Timur. Kemakmuran dan demokrasi telah tiba dalam keadaan gelisah dan tipis. Hal-hal yang menjadi lebih baik, tapi itu biasanya berarti bahwa perempuan memiliki lebih sedikit anak. Sudah seperti itu selama ribuan tahun. Para bangsawan yang terkenal karena memiliki keluarga kecil, dan alasan utama adalah bahwa istri kaya lebih baik, dan kurang berat, hal yang harus dilakukan daripada kehamilan dan pengasuhan anak. Karena itu, Rusia mungkin akan memiliki lebih besar minoritas Muslim pada tahun 2050, tetapi tidak mayoritas, karena bahkan perempuan Muslim memiliki lebih sedikit anak karena mereka menjadi terdidik dan lebih makmur.


20 Mei 2006: Rusia dan Kazakhstan telah sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan deposit gas alam Kazakhstan. Kesepakatan itu melibatkan Rusia menjual banyak peralatan militer ke Kazakhstan, dan pengurangan pajak bea cukai kedua negara. Kazakhstan dijalankan oleh gaya diktator tua yang membutuhkan tetangga yang besar, ramah dan pengertian.


17 Mei 2006: Di Rusia selatan, sebuah bom mobil meledak di Ingushetia, menewaskan seorang komandan polisi lokal yang sudah lama menjadi target pembunuhan oleh gangster lokal. Di negara tetangga Chechnya, teroris menyerang konvoi militer, dan menewaskan lima tentara. Itu lebih dari di seluruh April, ketika hanya tiga tentara Rusia tewas saat memerangi pemberontak Chechnya beberapa yang tersisa dan teroris Islam. Polisi Chechnya melakukan sebagian besar pertempuran, dan sekarat, di Chechnya.


16 Mei 2006: Di Dagestan (selatan Rusia, di samping Chechnya), pasukan komando polisi terpojok seorang pemimpin teroris Islam lokal, tetapi ia tampaknya bunuh diri dan salah satu dari rekan-rekannya, daripada ditangkap hidup-hidup. Tiga polisi terluka. Sebuah rencana, untuk merebut sebuah sekolah lokal, ditemukan di salah satu teroris tewas, dan bahan peledak ditemukan tersembunyi di sekolah.


8 Mei 2006: pengadaan militer akan naik 20 persen tahun ini, lebih dari $ 11 miliar. Sebagian besar dari peningkatan ini adalah untuk senjata nuklir (upgrade baru dan sistem) dan peralatan bagi pasukan reaksi cepat.

Penduduk Muslim Rusia

sumber           : http://www.pewforum.org
editor             : Kaidir Maha Leuwalang
Mahasiswa     : Fakultas hukum Universitas Kamjuruhan Malang
teks asli dalam bahasa inggris.

Rusia memiliki penduduk Muslim terbesar dalam jumlah mutlak di seluruh Eropa. Jumlah Muslim di Rusia diproyeksikan meningkat dari sekitar 16,4 juta pada tahun 2010 menjadi sekitar 18,6 juta pada tahun 2030. Pangsa Muslim penduduk negara itu diperkirakan akan meningkat dari 11,7% pada tahun 2010 menjadi 14,4% pada tahun 2030.

Tingkat pertumbuhan bagi penduduk Muslim di Federasi Rusia diproyeksikan menjadi 0,6% per tahun selama dua dekade berikutnya. Sebaliknya, penduduk non-Muslim Rusia diperkirakan menyusut rata-rata 0,6% per tahun selama periode 20-tahun yang sama.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap proyeksi pertumbuhan populasi Muslim Rusia. Misalnya, perempuan Muslim umumnya memiliki anak lebih dari wanita lain di Rusia (diperkirakan 2,3 anak per perempuan, dibandingkan dengan rata-rata nasional kurang dari 1,5 anak per perempuan) .1 kesuburan Muslim lebih tinggi secara langsung berkaitan dengan fakta bahwa perempuan Muslim menikah dalam jumlah yang lebih besar dan perceraian lebih sering daripada wanita lainnya di Rusia. Ini berarti mereka menghabiskan waktu yang lebih lama dari kehidupan mereka dalam serikat mana melahirkan lebih mungkin. Dan meskipun tingkat aborsi di Rusia masih termasuk yang tertinggi di dunia, penelitian menunjukkan bahwa perempuan Muslim melakukan aborsi lebih sedikit daripada rata-rata perempuan lain di Rusia. 2

Alasan lain populasi Muslim di Rusia diperkirakan akan meningkat adalah bahwa hampir setengah dari umat Islam di negara itu berada di bawah usia 30 tahun, menurut sebuah analisis data dari Rusia sensus 2002. Sebagai perbandingan, sekitar 40% dari etnis Rusia berada dalam kelompok usia ini. Hampir seperempat dari Russia'sMuslims (22,8%) berusia di bawah 15, dibandingkan dengan sekitar satu-in-enam etnis Rusia (15,9%)
Di ujung yang lebih tua dari spektrum usia, sekitar 27% dari Muslim Rusia adalah usia 45 dan lebih tua, dibandingkan dengan sekitar 38% dari etnis Rusia. Dan 13,1% dari Muslim di Rusia adalah usia 60 dan lebih tua, dibandingkan dengan hampir seperlima dari penduduk etnis Rusia (19,1%).

Populasi Muslim di Rusia secara geografis terkonsentrasi di beberapa daerah. Pada 2009, empat dari lima orang Muslim tinggal di Rusia dalam dua dari tujuh kabupaten federal, Volga dan kabupaten Selatan. Di antara 89 sub-wilayah Rusia pada tahun 2009, Muslim terkonsentrasi di lima kampung tradisional Muslim: Dagestan (16,3% dari seluruh umat Islam), Bashkortostan (14,6%), Tatarstan (13,5%), Chechnya (7,4%) dan Kabardino-Balkaria (4,7%). Sejumlah kecil Muslim tinggal di tiga kampung Muslim lainnya: Ingushetia (3,0% dari semua Muslim), Karachaevo-Cherkessia (1,9%) dan Adygea (0,8%). Secara keseluruhan, sekitar dua-pertiga dari semua Muslim di Rusia (62,3%) tinggal di salah satu tanah air tradisional Muslim.

Moskow telah menjadi magnet bagi orang-orang migrasi dari tempat lain di Rusia, serta luar Rusia. Lebih dari 600.000 Muslim tinggal di Moskow (3,7% dari semua Muslim di Rusia) dan 517.000 tambahan tinggal di wilayah kaya minyak Tyumen (3,0%), yang berbatasan dengan Kazakhstan ke selatan.

Yesus vs Konspirasi Elit Yahudi

yesus vs yahudi
Benarkah Yesus disalib? Benarkah Yesus datang untuk menebus dosa manusia? Pertanyaan tersebut selalu mentok pada beberapa ayat bible yang diyakini oleh sebagian besar Kristiani. Namun beberapa kajian sejarah memberikan gambaran yang lebih mudah difahami. Kaum Elitis Yahudi yang merasa terusik dengan makin bertambahnya pengikut Yesus, berhasil mendapatkan momentum untuk menghentikan ‘gerakan’ Yesus dengan memanfaatkan kekuasaan Romawi atas Palestina saat itu. Opini dibangun untuk meyakinkan publik dan penguasa Romawi bahwa Yesus harus dibunuh. Penelitian sejarah seperti ini juga menemukan benang merah bahwa teori penebusan dosa ‘dicantumkan’ dalam bible untuk melemahkan bahkan meruntuhkan penentangan para pengikut Yesus. Jadi yang terjadi sebenarnya adalah pertarungan ideologis antara Yesus versus Konspirasi Elit Yahudi. Bagaimana penjelasannya?

Pengepungan Taman Getsemani 

Kisah pengepungan di taman Getsemani terjadi pada tahun ketiga sejak Yesus mengajarkan Injil. Pada tahun itulah musuh Yesus yang di’dalangi’ elitis Yahudi berhasil menghentikan ‘gerakan’ Yesus dan pengikutnya, dengan meminjam 'tangan' Pontius Pilatus (Gubernur Yudea) untuk memberangus Yesus dan ajarannya. Pengepungan yang dilakukan musuh Yesus terhadap Yesus dan 12 Muridnya menunjukkan adanya perlawanan dari kubu Yesus untuk tidak menyerah. Yudas yang 'membantu' musuh dalam menangkap Yesus pun disebut bible dengan kata penghianat, ini menunjukkan bahwa Yesus tidak 'menghendaki' penangkapan dan rencana pembunuhnan dirinya. Dengan kata lain Yesus dan muridnya berusaha lolos dari penangkapan, sementara musuh berusaha menangkap dan membunuh Yesus. Jadi tidak benar jika dikatakan bahwa Yesus menyerahkan dirinya kepada musuh yang mengepungnya di taman Getsemani. Kita bisa garis bawahi bahwa sejak awal yang menginginkan kematian Yesus adalah the man behind the scene, orang dibalik layar yang memerintahkan penangkapan Yesus, (bukan Yesus dan muridnya). Thus paradigma "Yesus datang untuk menebus dosa dengan cara dibunuh di kayu salib" bukan merupakan keyakinan Yesus dan para muridnya, melainkan opini yang berkembang sesudahnya, yang dibangun oleh musuh Yesus.


Membunuh Musuh Politik dengan Dua Mata Pedang

Cara konvensional para konspirator untuk menghabisi musuh politik adalah "menikamnya" dengan dua mata pedang. Pedang pertama adalah "tangan orang lain" yang kedua adalah "opini publik". Inilah yang dilakukan Konspirasi Elit Yahudi. Yang pertamakali mereka lakukan adalah memakai kekuatan penguasa Romawi untuk "menghukum" Yesus. Yang kedua adalah menyisipkan opini dalam "kitabnya Yesus" sendiri bahwa pembunuhan Yesus adalah "legal", bahwa Yesus dikirim Tuhan memang untuk dibunuh "bersama sama"
Cara pertama sudah mereka lakukan dengan melakukan usaha penangkapan dibantu tentara romawi. Cara kedua mereka lakukan beberapa buluh tahun sesudahnya dengan me 'revisi' "kitabnya Yesus" dengan menambahkan sisipan "teori penebusan dosa", yang mengelaborasi bahwa Yesus sungguh sungguh dikirim Tuhan untuk "dibunuh" bersama sama di tiang salib. Tekanan penindasan luar biasa yang dialami pengikut Yesus setelah peristiwa Getsemani, di tambah hegemoni romawi saat itu, membuat opini yang mereka bangun itu berkembang cepat, tanpa ada opini tandingan yang berarti. Bahkan penetapan bible (kitabnya yesus versi mereka) pun berhasil mereka lakukan tanpa halangan yang berarti. Teori penebusan dosa (yang membenarkan pembunuhan Yesuspun) berhasil disematkan dengan "rapih" ke dalam bible. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak satupun penulis bible (matius markus lukas yohanes dan paulus), tak seorangpun dari mereka yang merupakan murid Yesus, apalagi bertemu langsung dengan Yesus.
Begitu hebatnya fitnah politis yang terjadi saat itu sehingga kegembiraan atas "dibunuhnya Yesus" justru di'teriak'kan oleh orang orang yang mengaku pengikut Yesus. Bahkan sebagian besar Kristiani saat ini 'mengancam' siapa saja yang tidak percaya bahwa Yesus memang harus dibunuh dikayu salib, maka tidak termasuk yang diselamatkan. Acap kali kita dengar bahwa harusnya manusia bergembira atas berhasilnya "pembunuhan Yesus", padahal sebenarnya yang paling bersukaria atas 'terbunuhnya Yesus' adalah orang orang dalam lingkaran Konspirasi Yahudi  saat itu.

Bible=Sejarah Yesus versi Konspirator

Sudah cukup banyak yang membuktikan bahwa bible yang dijadikan dasar ajaran Kristiani saat ini bukanlah injil yang diajarkan Yesus kepada pengikutnya saat itu. Satu pernyataan yang cukup tegas pernah terlontar bahwa bible merupakan sejarah Yesus versi Konspirator Elit Yahudi. Sebagaimana lazimnya, sejarah yang diabadikan adalah sejarah yang ditulis "oleh" penguasa politik saat itu.  Sejarah Yesus ditulis oleh matius markus lukas yohanes dan paulus dibawah kekuasaan Romawi, yang notabene bertanggungjawab atas kekearasn terhadap Yesus dan pengikutnya. Jadi sejarah Yesus, atau bibel sekarang ini ditulis oleh pihak yang "membunuh" Yesus. Dan semua orang dengan mudah mengatakan bahwa  pihak yang "membunuh" Yesus pasti setuju dan bergembira atas terbunuhnya Yesus, dan itu semua benar benar tertuang dalam teks bible yang mereka tulis. Konspirasi 'sempurna' selalu bisa terbaca dengan mudah ketika kita menganalisa motif dan kepentingan yang muncul dalam sebuah peristiwa. Tak berlebihan jika penyataan itu dianggap benar, Bible=Sejarah Yesus versi Konspirator. Tentu saja jika ada dihadapan kita injil asli ajaran Yesus, tak bisa dikatakan demikian karena ajaran Yesus pasti menentang rencana pembunuhan itu. 

Kenapa Orang Bisa Atheis?


Kenapa Orang Bisa Atheis? Kenapa orang ada yang tidak mempercayai adanya Tuhan? Sebelum menjawabnya, tak ada salahnya kita mencermati : sebenarnya seseorang menyatakan bahwa dirinya atheis adalah sebagai reaksi atas "ajakan" atau peryataan theistik yang mereka terima. (Atheis = not theis = menolak theis). Artinya kita hanya bisa mengetahui bahwa seseorang itu atheis hanya setelah dia "ditawari" / diberitahu ide theisme kemudian menolak ide tersebut. Dengan demikian kita bisa merumuskan penyebabnya, kenapa orang bisa atheis. Berikut penjelasannya

(ctt: atheisme yang kita bahas tidak mencakup kekafiran para penguasa atau pemilik status sosial yang menolak ide dari luar karena takut kehilangan kekuasaan dan status sosial. Atheisme di sini hanya meliputi penolakan agama yang muncul semata mata karena ketidak sesuaian dalil agama dengan logika manusia)
Karena atheisme merupakan reaksi maka kita bisa langsung menemukan bahwa penyebab utama munculnya atheisme adalah informasi salah yang mereka terima tentang theisme. Mereka melihat bahwa dalil dalil agama yang ada ternyata tidak masuk akal sehingga demi "kesehatan akal"nya mereka menolak ide theistik yang mereka dapati.
Minimal ada dua kesalahan yang terjadi:
1. Informasi salah  yang mereka terima tentang Agama
2. Praduga salah mengenai asal usul agama
Informasi Agama Yang Salah
Meskipun lintasan fikiran atheistik ini secara alamiah dialami setiap manusia, namun para perumus ide Atheisme mulai banyak bermunculan pada zaman pencerahan sebagai reaksi atas dominasi doktrin gereja abad pertengahan. Artinya para pemikir yang dijadikan rujukan para atheis jaman sekarang adalah orang orang yang secara filosofis memberontak terhadap doktrin agama yang "dipaksakan" oleh gereja. Buku agama yang diserang oleh para suhu atheis ini tak lain dan tak bukan adalah bible yang menjadi buku "suci" eropa pada abad pertengahan. Bagi mereka bible dan ajaran gereja adalah ilogical, bertentangan dengan akal sehat. Kekuasaan Romawi yang menggandeng gereja menjadi "penanggung jawab" utama atas penyebaran bible yang -menurut penelitian banyak sarjana kontemporer- ternyata banyak mengandung kesalahan yang tidak bisa dianggap remeh. Bible dinisbatkan pada Yesus, sehingga atheis bukan saja menolak bible yang ilogical, tetapi mereka juga akhirnya menolak Yesus karena dianggap mengajarkan sesuatu yang tak masuk akal. Padahal penelitian mutakhir tentang bible menemukan bahwa ternyata yang benar-benar merupakan perkataan yesus hanya tak lebih dari 10 % dari keseluruhan ayat bible. Apa artinnya ini semua? Artinya kalau atheis menyerang bible kemudian merasa menang, mereka sesungguhnya berhadapan dengan informasi yang salah.
Sebenarnya beberapa filsuf atheis terlihat mulai mencari alternatif informasi agama selain dari bible. Kurang afdol nya adalah bahwa informasi Quran belum sampai pada mereka saat itu. Tetapi belum terlambat, terutama bagi atheis masa kini. Pertanyaan atheis dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks atau yang dianggap paling filosofis, semua jawabannya terpampang dengan jelas di Quran.

(NB: sebenarnya jika ditemukan ajaran Yesus yang asli, atau ajaran Musa yang asli,..disana juga tertera semua jawaban semacam ini. kenyataannya yang kita dapati masih asli tidak ada tambahan maupun pengurangan hanyalah Quran)

Praduga Keliru Tentang Asal Agama

     Sebagian besar pemikiran atheistik didasarkan pada praduga bahwa semua agama merupakan hasil "rekayasa" manusia. Banyak ajaran agama memang menunjukkan bukti yang memperkuat dugaan mereka itu, namun mengarahkan praduga tersebut atas semua agama adalah kesalahan besar.
     Konfusianisme, Budhiisme dan Hiduisme misalnya, memperlihatkan bukti yang cukup signifikan bahwa ajarannya disusun oleh orang orang pertama pendiri ajaran ini. Bahkan ketika atheis mengatakan bahwa bible juga merupakan hasil rekayasa yang dilakukan oleh "para pemegang otoritas" pertama gereja, hal ini juga memiliki bukti yang cukup, -jika tak boleh dikatakan sebagai bukti yang tidak terbantah.- Bedanya adalah jika isme isme disusun sejak awal oleh otoritas utama, kalau rekayasa bible dilakukan oleh orang orang yang merebut otoritas dari tangan pertama (Yesus) kemudian melakukan tambah kurang atas ajaran aslinya.
     Tentu saja bukan hanya atheis yang tahu masalah ini. Semua peneliti akan dengan mudah menemukan "clue" dalam rekayasa bible ini, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa tak satupun injil yang ada dalam bible yang ditulis oleh murid Yesus.
     Matius, Markus, Lukas, Yohanes adalah orang orang yang tak pernah bertemu Yesus. Sedangkan Paulus, bukan saja tidak bertemu, bahkan dia adalah salah seorang musuh besar Yesus sejak awal "kehidupan" Yesus. Jadi praduga atheis yang keliru mengenai agama memang dipicu dengan adanya rekayasa. Sampai di sini pendapat bahwa agama merupakan hasil rekayasa manusia adalah benar.
     Tetapi bagaimana jika paradigma ini digunakan untuk melihat Islam dan Quran? Banyak atheis yang sudah terlanjur menvonis agama berdasar informasi "rekayasa" manusia itu, tidak percaya bahwa Quran mampu menjawab semua persoalan atheisme yang menguasai fikiran mereka, bahkan yang paling rumit sekalipun.
Paradigma Yang Disarankan

Tiga Orang Pendeta Masuk Islam Setelah Debat Melawan Seorang Da’i

 Tiga Orang Pendeta Masuk Islam Setelah Debat dengan Seorang Da’i . Kisah ini sebenarnya sudah lama sekali terjadi. Berikut informasinya yang saya ambil dari sumber kedua di internet.

Direktur pelaksana Dewan Internasional Untuk Pengenalan Islam (DIUPI), yang merupakan subordinat dari lembaga Islam Internasional, Rabithah Alam Islami, Syaikh Shalih bin Muhammad bin Abdul Wahid memuji kerja keras yang diupayakan kerajaan Arab Saudi di bidang dakwah kepada Allah.
Syaikh Shalih Abdul Wahid dalam keterangan persnya kepada kantor berita Saudi (WAS) melaporkan, buah pertama yang telah dipetik dari proyek ini adalah debat yang diselenggarakan di Ethiopia oleh salah seorang Da’i DIUPI di sana, yaitu Syaikh Qamar Husain, pengarang dua buah buku tentang Islam, Injil dan Taurat. Kedua bukunya itu laku keras, sampai-sampai kebanyakan pendeta di sana tergerak untuk membacanya. Hal itu mendorong mereka untuk meminta bertemu langsung dengan Syaikh Qamar.  Jumlah mereka ada 20 orang.
Syaikh Shalih menjelaskan, setelah pertemuan itu, para pendeta itu meminta diadakannya debat terbuka di hadapan publik. Tak ayal, sekitar 10.000 orang yang terdiri dari umat Islam dan umat Nasrani hadir dalam debat terbuka yang bersejarah itu. Debat yang berlangsung selama 6 jam itu terfokus pada tiga tema. Hasilnya sungguh amat mencengangkan sekaligus menggembirakan kubu Islam di mana setelah debat itu usai, 144 orang yang terdiri dari laki-laki dan wanita masuk Islam dalam satu waktu, di antara mereka terdapat 3 orang pendeta.
Lebih lanjut Syaikh Shalih menambahkan, ketiga pendeta itu merasakan nikmatnya Islam dan setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat mereka bercita-cita untuk melaksanakan ibadah Haji. Cita-cita tersebut diamini oleh pihak DIUPI yang menyatakan kesediaannya menanggung ongkos haji ketiga muallaf tersebut bersama sejumlah Da’i.
Salah satu tema yang sangat menonjol sehingga menggugah hati para muallaf itu untuk masuk Islam dalam debat itu, seperti yang disiratkan Syaikh Shalih adalah apa yang dilakukan sang Da’i, Qamar Husain yang mengajak mereka berdiskusi seputar syubhat yang terdapat dalam kedua buku karyanya tersebut, terlebih karena beliau sudah hafal di luar kepala isi kedua bukunya itu. Ditambah lagi dengan diadakannya dialog bersama para pendeta itu di lokasi kiblat yang penyebutannya terdapat dalam Taurat mereka. Dalam hal ini, Da’i Islam itu membantah pendapat mereka melalui teks-teks Taurat yang menyatakan bahwa Nabi Isa AS menyebutkan agar mereka menghadap kiblat selain Baitul Maqdis sepeninggal beliau.
Informasi yang terdapat dalam teks Taurat tersebut menurut Syaik Qamar, tidak berani diotak-atik oleh para pendeta maupun diinterpretasikan. Karenanya, beliau mengingatkan mereka terkait hal itu dengan firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah yang berbunyi (artinya),“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS.al-Baqarah:144).
Syaikh Shalih, direktur pelaksana DIUPI menjelaskan, misi DIUPI adalah memperkenalkan Islam, dengan target memperkenalkan keindahan-keindahan Islam, mempublikasikan gambaran yang benar tentang masyarakat Islam dalam beragam bahasa, membela Islam di seluruh medan kehidupan serta bekerja untuk merealisasikan risalah Islam dalam menyebarkan keamanan, kedamaian, pembangunan peradaban, menjaga hak-hak Islam dan menyebarkan risalah Islam yang abadi ke seluruh dunia.
Ia menyebutkan, DIUPI memiliki 10 proyek saat ini, di antaranya Kafalah Du’at (Menanggung biaya hidup para Da’i) dan mereka yang mengenalkan Islam kepada umat manusia.
Sumber : http://info-muallaf-baru.blogspot.com/2013/01/melawan-seorang-dai-3-orang-pendeta.html 


Catatan Blogger : Mohon maaf, materi posting ini sama sekali tidak bermaksud untuk mengundang kontroversial apalagi menebarkan kebencian antarumat beragama. Sikap yang lebih bijak adalah mencari fakta kebenarannya dahulu sebelum Anda berkomentar sinis.

Jutaan Muslim berkunjung Ke Gua Maria



Sumber       : http://www.asianews.it/
Editor         : Tulisan dalam bahasa inggris diterjemahkan oleh Kaidir Maha  Leuwalang
Mahasiswa : Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Kanjuruhan Malang

Oleh : Samir Khalil Samir Fatima, Harissa, Damaskus, Samalut, Assiut, Zeitun dan banyak tempat lainnya di mana Perawan muncul adalah tujuan ziarah gencarnya dari Libanon, Suriah, Mesir, Iran. Peziarah dalam mencari fisik namun juga spiritual penyembuhan, doa spontan dan mistis dan bukan ayat-ayat skema dan formal resmi Islam. Salafi ikonoklas menghancurkan tempat-tempat ziarah setiap tahun. Tapi devosi kepada Maria berkembang, juga dipicu oleh kisah-kisah Al-Quran. Dialog spiritual antara Kristen dan Muslim jauh lebih menjanjikan daripada dialog budaya, teologis atau politis.Beirut (AsiaNews) - Setiap tahun, jutaan umat Islam datang berziarah ke Katolik Marian kuil. Tidak hanya ke kuil besar seperti Fatima di Portugal atau Harissa di Lebanon, tetapi juga ke Mesir, Suriah, Iran. Muslim - terutama perempuan Muslim - pergi untuk memberikan berkat Madonna atau orang suci Kristen yang besar, seperti St Charbel atau St George.Di mata banyak orang Barat gerakan ini tampak konyol atau salah: mereka berbicara tentang penampakan, doa, tapi kemudian ada pembantaian, pembunuhan, kekerasan atas nama agama!Suka atau tidak, fenomena agama hidup di Amerika Latin, di Afrika, di Asia. Bila Anda melihat jutaan umat Hindu pergi untuk mandi di air kotor dari sungai suci mungkin tampak seperti hal yang konyol. Namun bagi mereka yang melakukannya adalah tindakan pemurnian, doa. Barat adalah toleran dan murah hati terhadap agama lain, namun sikapnya terhadap orang Kristen semakin kritis. Barat tidak pasca-Hindu, pasca-Islam. Hanya pasca-Kristen!Intinya adalah bahwa di Barat, supranatural dianggap ketinggalan jaman, itu dicap sebagai mitologi, ilusi, bukan Barat selamanya mencela kesulitan-kesulitan yang tidak mukjizat atau ziarah dapat menghapus.Tapi di seluruh dunia dimensi spiritual masih hidup dan sehat. Di Timur, sentimen agama sangat hidup di kalangan umat Islam, Kristen dan agama-agama lain. Namun di sebagian besar Barat - terutama pada bagian intelektual - sentimen agama dipandang sebagai sesuatu dari masa lalu, tidak rasional, naif. Kita harus menyatakan ini dengan jelas: interpretasi ini salah.Para Marian pengabdian MuslimDi Mesir, terdapat setidaknya selusin tempat-tempat ziarah yang didedikasikan untuk Perawan, yang memperingati perjalanan Keluarga Kudus di Mesir. Tradisi ini sangat kaya dalam teks apokrif dari abad keempat dan kelima. Anda dapat membaca beberapa ayat-ayat dalam artikel saat itu Mgr. Ravasi (sekarang Kardinal) tanggal 28 Desember 2007, hari raya Holy Innocents, diterbitkan dalam L'Osservatore Romano.Setiap tahun pada bulan Agustus, Pesta Dormition tersebut (Maria Diangkat ke Surga) setidaknya satu juta peziarah pergi berziarah ke berbagai tempat suci Bunda Maria. Yang paling terkenal adalah di Mesir Hulu (di Selatan), di Jabal al-Tair, dekat Samalut, sekitar 200 kilometer dari Kairo. Festival ini berlangsung selama 15 hari, orang berdoa, membaptis bayi (pastor paroki juga telah membangun sebuah spesies baptisan, bagi umat Islam, mengingat permintaan pembaptisan dari mereka juga) dan merayakan.Lebih ke selatan, sekitar 380 km dari Kairo dan 7 km dari Assiut, ada tempat lain yang serupa ziarah di Deir Dronka mana tradisi menyatakan bahwa Keluarga Kudus tinggal dan Virgin beristirahat di sebuah gua.Beberapa penampilan telah dilaporkan dalam beberapa kali:Pada 22 Januari 1980 Perawan tampaknya diakon.Pada tanggal 10 Januari 1988 ia muncul di menara gereja untuk seorang turis Australia, dan Yesus muncul dengan burung merpati kepada para pekerja biara.Pada tanggal 7 Agustus 1990 Virgin muncul untuk para biarawan, dikelilingi oleh cahaya, di sebuah gua biara.Ziarah tahunan dibuat selama "puasa Perawan" (07-21 Agustus, hari raya Tertidurnya menjadi 22 dalam ritus Koptik). Lebih dari setengah juta peziarah datang, di antaranya puluhan ribu umat Islam. Salah satu biarawan adalah "khusus", sehingga untuk berbicara, dalam pembaptisan, karena dia berhasil membuat 36 tanda-tanda liturgi salib pada tubuh anak dalam satu menit (ia menunjukkan bagaimana beberapa tahun yang lalu!).Bahkan di sana, umat Muslim merupakan sejumlah besar peserta, dikatakan bahwa mereka setidaknya seperempat dari jumlah peziarah.Di Mesir, ziarah ke tempat-tempat lain modern Marian penampakan adalah di Zeitun, dekat Kairo. Penampakan, yang dimulai pada tahun 1968, berlangsung selama beberapa bulan. Berbagai sosiolog - tidak Mesir - telah disebut fenomena semacam kompensasi afektif, penghiburan psikis untuk kerasnya hidup. Tetapi orang-orang pergi ke sana, Muslim dan Kristen, karena mereka melihat sosok putih di kubah Gereja Zeitun, yang mereka ditafsirkan sebagai Sittina Mariam, Our Lady Mary. Faktanya adalah sulit untuk menjelaskan, tapi dilihat oleh ribuan orang dan juga ada gambar. Penampakan lain dari Virgin yang dirayakan di Imbaba, lingkungan yang padat penduduknya.Dari tahun 1982 sampai saat ini, laporan penampakan Bunda Maria di lingkungan Damaskus Soufanieh melanjutkan. Minyak mengalir dari ikon Madonna, dan tangan gadis normal, seimbang dari 18, Myrna Nazzour, juga minyak keringat. Pendeta gereja waktu itu, cukup melawan itu pada awalnya, telah menjadi penggemar terbesar ikon '. Ada juga, Muslim dan Kristen berkumpul dalam jumlah besar.Dekat Damaskus ada juga sebuah sanctuary untuk mengunjungi makam Settena Zainab, putri Ali dan Fathimah, pendiri Syiah. Ini adalah ziarah ke akar. Tapi ketika Anda pergi ke tempat-tempat penampakan Perawan, alasan yang jauh lebih dalam.Selama bertahun-tahun sekarang banyak bidang perempuan Muslim dari Iran telah mendarat di Fatima, Portugal. Mereka datang untuk berdoa sebelum Bunda yang muncul untuk tiga anak gembala. Alasannya adalah bahwa Madonna bernama setelah putri Muhammad dan istri dari Ali bin Abi Thalib.Dalam Harissa, Lebanon, wanita Iran terus-menerus datang untuk berdoa kepada Bunda Maria, ke titik bahwa rektor kuil memiliki sebuah kapel disiapkan terutama bagi mereka, dengan ikon, tanda-tanda dan doa kepada Sang Perawan dalam bahasa Persia, untuk memfasilitasi pengabdian mereka.Tahun lalu, selama bulan Mei, saat aku menunggu Misa sore akan dimulai pada Harissa, saya melihat ratusan keluarga Muslim - mungkin Syiah - yang berhenti untuk mendengarkan lagu-lagu sebelum Misa dan yang hanya tersisa di akhir.Ketika saya berada di Maroko, saya menemukan bahwa banyak wanita, selama kehamilan dan setelah melahirkan, terus apa yang disebut "cepat Our Lady," terinspirasi oleh al-Quran, yang berbicara tentang puasa ini.

Maria dalam AlquranKaum Muslim membuat jalan mereka ke kuil ini, mengetahui bahwa Maria adalah wanita paling dipuji dalam Alquran, satu-satunya wanita disebutkan namanya, yang disebut "Siddīqah" (benar, beriman, suci), judul untuk laki-laki (Siddiq). Dia adalah satu-satunya yang Alquran menyatakan bahwa Allah telah "memilih" (inna Allāh istafāqī), dan dua kali, dan bahwa Allah telah disukai dia untuk semua perempuan dari bumi (wa-faddalaki 'ala Nisa' al-'alamin) , apalagi bahwa dia ditahbiskan (inni nadhartu ma fi batnī muharraran) dalam rahim ibunya sebelum kelahiran. Memang, pepatah takut (dikaitkan dengan Muhammad dan dengan demikian dianggap sebagai suatu kepastian) mengatakan bahwa setiap anak, saat lahir, yang "disentuh" ​​oleh Setan, dengan pengecualian Maria dan anaknya, pepatah yang menarik memang sangat dekat dengan konsep Immaculate Conception.Dalam Alquran Maria adalah "paling murni", karena Allah telah membuat murni nya. Dalam Annunciation, dalam dua bab yang berbeda, Maria berkata kepada malaikat itu: "Bagaimana saya bisa punya bayi, bila tidak ada manusia yang pernah menyentuhku?". Dengan demikian, dalam Alquran, Yesus disebut: "Kristus Yesus, putra Maryam" (al-Masih 'Isa bin Maryam): tidak pernah dalam bahasa Arab adalah orang disebut sebagai "anak ... (wanita)", tapi selalu. .. seorang pria, dan karena Yesus dilahirkan dari seorang wanita yang belum diketahui seorang pria, tidak bisa disebut "anak Yusuf"!Oleh karena itu, ayat terakhir (12) dari Bab 66 (al-Tahrim) al-Qur'an, berbunyi: "Dan Maria putri Imran, yang menjaga kehormatannya, dan Kami tiupkan ke dalam (tubuhnya) ruh dari Kami, dan dia bersaksi dengan kebenaran firman Tuhan dan Wahyu-Nya, dan merupakan salah satu yang taat. "Ketika Maria disebut dalam Islam, "'Alayhā l-Salam" (damai besertanya nya) ditambahkan, judul yang tidak diberikan kepada santo apapun. Gelar ini juga diberikan oleh orang Kristen untuk Mary. Ada seluruh tubuh literatur tentang Maria dalam Alquran, yang ditulis oleh Muslim dan Kristen.Pengabdian populer bagi orang-orang kudus Kristen, bahkan di antara umat IslamApa yang mendorong umat Islam untuk melakukan ziarah ini? Pertama-tama orang mencari untuk menemukan kembali iman mereka dalam penting, mereka mencari pembaruan iman. Hal ini juga diikuti oleh keinginan untuk penyembuhan fisik. Tetapi pertanyaan dari penyembuhan spiritual jauh lebih kuat. Hal ini sangat mirip dengan rasa ziarah Kristen.Harus dikatakan bahwa ziarah memiliki nilai untuk Muslim ortodoks, terlepas dari haji ke Mekah (haji). Dengan pengecualian dari Mekah, mereka menganggap praktek ini semacam penyembahan berhala. Inilah sebabnya mengapa Muslim radikal menghancurkan semua tempat-tempat ziarah, khususnya makam bijak sufi, yang mistik Muslim mengunjungi setiap tahun. Kehancuran tersebut khas dari Salafi, yang terus-menerus melakukan serangan iconoclastic di Tunisia, Libya, Mesir, Mali, Yordania, Pakistan, dll ...Kecenderungan ini di Islam radikal agak mirip dengan awal Protestanisme: mereka menghina kesalehan populer sebagai terlalu naif dan terdistorsi. Pada kenyataannya, orang-orang mencari Tuhan melalui hal-hal sehari-hari, tetapi juga melalui fenomena atau kesaksian tertentu lembur. Tidak peduli bahwa mereka adalah orang Kristen atau Muslim.Ada kunjungan rutin ke St George di Mesir, ke kapel St Charbel Makhlouf di Lebanon, ke rumah Perawan Maria di Efesus, dikunjungi setiap hari oleh umat Islam, biasanya perempuan. Terkadang ziarah ini dibuat untuk meminta rahmat untuk memiliki anak pada waktu lain untuk meminta kesembuhan fisik. Dan itu selalu Muslim untuk pergi ke Kristen.Pengusir setan Monk bagi umat IslamUnsur rohani lain hadir dalam iman orang-orang yang takut setan. Sebuah episode yang saya alami beberapa tahun yang lalu ketika saya masih beragama, namun belum seorang imam, adalah contoh yang sangat signifikan ini. Aku berada di Universitas Amerika di Kairo dan telah masuk dan keluar gedung beberapa kali selama hari untuk beberapa penelitian. Pada titik tertentu doorman menghentikan saya dan bertanya dengan lembut membantuku. "Enam belas tahun putri saya - katanya - adalah kerasukan setan." Ini adalah pertama kalinya saya mendengar ungkapan ini sepanjang hidup saya. Dia mengatakan kepada saya tentang bagaimana iblis ini akan melemparkan dia di tanah, dan menyakitinya. Dia menambahkan: "Saya membawanya ke imam kami dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa Mereka sendiri telah mengatakan kepada saya bahwa satu-satunya yang bisa membebaskan dirinya adalah seorang biarawan.." Dia meminta saya untuk melakukan sesuatu.Aku berjanji padanya bahwa aku akan berdoa untuk mereka, tapi aku melihat bahwa ia kecewa dengan jawaban saya. Ketika saya menceritakan kisah itu kepada saudara-saudara saya, mereka semua mengkritik saya, karena mereka percaya saya harus preformed pengusiran setan, menurut didirikan liturgi ritus. Dan saya menemukan bahwa banyak bhikkhu dan agama didekati oleh Muslim dan diminta untuk mengusir setan dari anggota keluarga dan bahwa praktek ini sangat umum.Biasanya, umat Islam pergi ke biarawan Ortodoks Koptik atau imam dan sering eksorsisme ini berlangsung di depan umum. Saya pernah menyaksikan salah satu dari ini di depan alun-alun stasiun di Kairo (Bāb al-Hadid), hari ini disebut Midan Ramsis, dengan lilin dan air suci. Seorang pria tergeletak di tanah, kaku, yang bersumpah dan cacat, pada titik tertentu, menjadi tenang.Beberapa tahun yang lalu, pada bulan September 1994, seorang imam Kanada dari gerakan karismatik, terkenal karena mukjizat, datang ke Libanon. Dia adalah Bapa Emilien Tardif (1928-1999) para Misionaris Hati Kudus. Puluhan ribu orang, banyak orang Muslim, mengikutinya meminta bantuannya. Penyebabnya beatifikasi adalah melanjutkan. Fenomena ini adalah fakta bahwa saya tidak bisa menjelaskan. Tapi saya berpikir bahwa Allah memberikan karunia supranatural bagi sebagian orang, untuk diletakkan di layanan semua. Hadiah ini didistribusikan hanya dalam lingkungan Kristen, tetapi mereka disertifikasi, diverifikasi oleh non-Kristen.Mujizat yang dibuat untuk kepentingan siapa saja yang memiliki iman, iman yang mengarah pada Tuhan untuk memberikan keajaiban.Pada manusia ada kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam Islam, tetapi yang hidup dalam kekristenan. Ada kebutuhan untuk spiritualitas, mistisisme dan keindahan yang ditawarkan dengan lebih mudah dalam dunia Kristen daripada di Islam.
Sincere piety unites people. Mary as a bridge between Christians and Muslims
The most symbolic example of this was the decision of the Lebanese parliament to set up a national holiday for all three years ago, choosing the feast of the Annunciation of Mary. It was a deliberate decision by Christians and Muslims. The Koran twice refers to the account of the annunciation (in Chapters 3 and 19), almost in the same terms of the Gospel, and with a much more elegant and solemn style. In these texts the Virgin Mary is attributed is described as being strongly submissive to God and amazed at what happens to her, so much so that God Himself comforts her.

These experiences lead to great collaboration and a spiritual harmony with many Muslims. If it is not taken over by Islamic radicalism - which mixes religion and power, religion and state, religion and politics - the Muslim, just like any other believer, nourishes as openness to the supernatural, the spiritual, in his heart. But this aspect is not freely expressed in Islam: the spiritual is planned, the five daily prayers are predefined and must be done with pre-set words, so much so that if make a mistake while reciting them, you have to start all over again. Official Islam lacks spontaneity. For this reason, when a Muslim looks for something more intimate, they look towards Christianity.
Devotion creates feelings of friendship and not antagonism. In the West it is often said that religions, especially the monotheistic religions, are a source of wars and divisions. This thesis is false from the historical point of view and from the point of view of content. Of course, wars have been waged in the name of religion. But man has also launched wars in the name of many other ideologies, religion itself does not wage wars. We only have to think of nationalism, the divisions and the world wars fought in Europe, we are forced to admit that nationalism has been the cause of a far worse violence than any religion, and that the atheistic ideologies of the twentieth century, have produced more deaths than religions.
Even the religious wars fought in Europe were based on political phenomena that exploited religion ("cuius regio, eius religio "). It was the common view of the time, not the vision suggested by the Gospel. This connection between politics and religion is still very strong in Islam and Judaism as well. Identifying one State with a religion and an ethnic group, generating Zionism, has created a violent movement that was fueled by religion, and that creates problems for many Jews who to not back Israel's politics. On the Islamic side, the Palestinian cause has been identified with Islam and has created the same difficulty, and it is perhaps for this reason that the peace process and a possible reconciliation have stalled.
To date, it seems to me that Christianity as a religion distinctly separates faith and politics, though not always perfectly ... like everything that is human. Benedict XVI also writes about this in his Apostolic Exhortation for the Middle East: "A healthy secularity, on the other hand, frees religion from the encumbrance of politics, and allows politics to be enriched by the contribution of religion, while maintaining the necessary distance, clear distinction and indispensable collaboration between the two spheres" (Ecclesia in Medio Oriente, No. 29).

In fact, with the Muslims, as soon as you mention Mary, there is a notable change in attitude: there is an atmosphere of piety, of silence, of brotherhood, as if after chatting about many things, you were entering a place of worship, and there is silence.

Some might see this as a kind of syncretism. But in fact, devotion is a phenomenon that is open to all. Even in the West, Marian shrines do not only attract Christians, but also other believers, or people who have left the Church, even non-believers. Even though the liturgies are clearly Christian. And if I, as I pray to Our Lady, see a Muslim praying next to me, what's the problem? On the contrary: it is a great comfort because devotion is a far stronger foundation for a relationship and friendship than ideological, political or cultural bonds. Those who think the of Christian faith in an exclusive way, as do some Catholic traditionalists, have yet to fully understand Christianity.